
Produk Unggulan · Pilihan Editor
Bazaka · Tunik Dress
Mid-length tunic dress with batik tulis hem motif inspired by Aksara Sunda. Cut to drape, dyed by hand.
Dicap tangan dalam jumlah terbatas · Tidak ada dua karya yang sama

Produk Unggulan · Pilihan Editor
Mid-length tunic dress with batik tulis hem motif inspired by Aksara Sunda. Cut to drape, dyed by hand.
Dicap tangan dalam jumlah terbatas · Tidak ada dua karya yang sama
Belanja PRIA
Tentang Kriyanya
Setiap karya Zayru membawa aksara sungguhan — sistem tulis dari kepulauan Indonesia. Ini bukan sekadar motif dekoratif; ini karakter hidup yang dulu menyimpan seluruh perpustakaan puisi, hukum, dan doa.
Hanacaraka adalah aksara silabari 20 huruf untuk bahasa Jawa, dinamai dari empat karakter pertama dalam susunan tradisionalnya. Dulu menjadi aksara sehari-hari untuk puisi keraton dan mistisisme Islam, kini kurang dari 5% penutur Jawa yang mampu membacanya. Tampil dalam edisi Bazaka kami. — Bazaka
Abugida Jawa Barat yang dihidupkan kembali dengan 32 huruf dan geometri lembut yang membulat — sangat cocok untuk teknik cap. Kami menggunakan Kaganga terutama pada karya outer agar setiap aksara punya ruang untuk bernapas.
Aksara saudara Hanacaraka, Aksara Bali masih digunakan secara seremonial hingga kini — diukir pada lontar daun palem yang disimpan di pustaka pura di seluruh pulau. Tunik bermotif Wreastra kami diwarnai dengan indigo alami dan dikeringkan perlahan selama tiga minggu sebelum dirilis.
Aksara masyarakat Batak di Sumatra Utara — dulu digunakan oleh datu (cendekia-dukun) untuk merekam silsilah dan ramalan pada pustaha kulit kayu. Tampil pada edisi Sugeng kami, kapsul busana pria pertama yang memadukan motif Horas Batak dengan Hanacaraka Jawa. — Sugeng
Setiap karya Zayru dicap tangan atau ditulis tangan dalam batch terbatas. Karena setiap motif dicap secara manual, tidak ada dua karya yang identik — dan setiap pembelian secara langsung mendukung kemandirian ekonomi rumah-rumah perajin yang dipimpin perempuan di seluruh Jawa.